Petaadalah sebuah gambaran permukaan Bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala tertentu. Karena itulah peta biasa digunakan sebagai penunjuk arah atau tempat. Baca Juga: Pengertian Peta dan Apa Saja Fungsi Peta, Lihat di Sini, yuk! Namun, sebenarnya fungsi peta tidak hanya itu, lo. Jenispekerjaan yang termasuk dalam jenis perencanaan produksi ini bisa dalam skala kecil, seperti membuat perhiasan yang disesuaikan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk metode yang benar: Mulailah dengan memetakan semua langkah proses produksi Anda. MengenalIlmu Ukur Tanah. Ilmu ukur tanah adalah suatu cabang dari keilmuan Geodesi yang khusus mempelajari sebagian kecil dari permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran (surveying) guna mendapatkan hasil akhir yakni sebuah peta. Pengukuran ini dilakukan terhadap detil-detil alam maupun buatan manusia meliputi posisi horizontal (x,y) dan Untukitulah sebabnya, uji ini hanya bisa diaplikasikan pada jumlah responden yang besar. Cara Menghitung Uji Chi Square. Pada semua kasus, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan hipotesa (H0). Setelah itu, lakukan uji statistik. Pada uji statistik, tentukan dulu nilai β…©Β²tabel dengan rumus : Uji Chi square bisa digunakan pada Sedangkanjenis hewan yang termasuk dalam golongan ini didominasi oleh jenis-jenis burung, seperti cendrawasih, kasuari dan kakaktua. Fauna Peralihan; Tipe lain yang juga banyak tersebar di kawasan Indonesia adalah fauna peralihan. Bahkan bisa dikatakan jenis ini paling banyak tersebar di Indonesia, yakni mencapai wilayah Sulawesi dan Nusa 68 Di bawah ini yang termasuk contoh barang komplementer adalah . A. bensin dengan sepeda motor. B. TV dengan sepeda motor. C. kain dengan benang. D. kayu dengan papan. KUNCI JAWABAN : A . 69. Dorongan yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi disebut motif ekonomi. Berikut ini adalah motif manusia dalam melakukan tindakan ekonomi Pengertian Jenis, Dampak, dan Pengendalian Banjir. Banjir terdahsyat yang terjadi di bumi tercatat dalam sejarah telah merugikan sebesar 40.5 triliun rupiah, bahkan dapat membunuh sekitar 4 juta manusia. Bencana alam hidrometeorologi seperti banjir sangat ditakuti oleh manusia. Hal ini disebabkan karena banjir menimbulkan dampak atau kerugian PembahasanKeterangan jenis organ di atas adalah sebagai berikut: organ modifikasi, perubahan struktur dan fungsi organ, contoh rimpang merupakan modifikasi batang ; organ homolog, organ tubuh yang memiliki bentuk asal yang sama dengan organ dari spesies lain walau secara fungsi berbeda; organ vestigial, organ sisa evolusi yang masih ada sampai sekarang, usus buntu pada manusia h3khR1E. - Peta merupakan wujud lukisan dari permukaan bumi yang diperkecil menggunakan skala tertentu. Dengan adanya peta, penampakan permukaan bumi dari arah atas dapat digambarkan. Mengutip Modul 2 Geografi 2017, pengertian peta adalah gambaran fakta permukaan bumi, mulai dari sebagian sampai seluruhnya, hingga dapat disaksikan dari atas melalui bidang datar atau media apa pun yang didatarkan. Peta digambar dengan skala tertentu untuk menentukan ukurannya. Lalu, di dalamnya juga termuat simbol-simbol tertentu yang melambangkan penampakan bumi, misalnya sungai, danau, jalan, dan lain-lain. Selama ini, muncul banyak jenis peta. Berdasarkan jenisnya, macam-macam peta bisa dikelompokkan menjadi 4 kategori. Keempatnya adalah macam-macam peta berdasarkan skala, isi, bentuk, dan sumber datanya. Masing-masing dari jenis peta itu memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan penjelasan dalam Modul Pembelajaran SMA Geografi 202010-12, berikut ini penjelasan mengenai macam-macam peta berdasarkan jenisnya yang diklasifikasikan menjadi 4 Macam-macam Peta Berdasarkan Isinya Ada 2 jenis peta berdasarkan isinya, yakni peta umum ikhtisar dan peta khusus tematik. Untuk peta umum, ada 2 macam pula, yakni peta topografi dan peta korografi. Berikut penjelasan mengenai 2 macam peta berdasarkan isinya Peta umum ialah peta yang melukiskan penampakan segala yang ada di permukaan bumi di satu wilayah. Peta khusus adalah peta yang menyajikan gambaran penampakan dengan fokus tertentu. Misalnya, gambar penampakan kepadatan penduduk di sebuah daerah. 2. Macam-Macam Peta Berdasarkan Skalanya Ada 5 jenis peta berdasarkan ukuran skalanya. Berikut ini jenis-jenis peta tersebut Peta Kadaster berskala 1100 – 1 untuk menggambar peta sertifikat pembuatan tanah Peta Skala Besar berskala 1 – 1 untuk menggambar wilayah sempit, seperti kabupaten Peta Skala Sedang berskala 1 – 1 untuk wilayah yang agak luas, misal provinsi Peta Skala Kecil berskala 1 – 1 untuk daerah yang cukup luas, misal negara Peta Skala Geografis berskala lebih dari 1 menggambar penampakan Asia atau dunia. 3. Macam-macam Peta Berdasarkan Bentuknya Ada tiga jenis peta berdasarkan bentuknya, yakni timbul, datar, dan digital. Berikut ini penjelasan mengenai ketiganya Peta Timbul menggambarkan permukaan bumi dengan wujud sebenarnya, misal peta relief Peta Datar peta yang dibuat pada sebuah bidang datar, mulai dari kertas, kain, dan lain-lain Peta Digital data peta ada di pita magnetik dan pengolahan serta penyajiannya melalui komputer 4. Macam-macam Peta Berdasarkan Sumber Datanya Di dalam klasifikasi berdasarkan sumber data, jenis peta dibagi menjadi dua macam, yakni peta induk basic map dan peta turunan derived map. Berikut ini penjelasannya masing-masing Pada peta induk adalah peta yang dihasilkan langsung dari data temuan di lapangan. Peta turunan adalah peta yang digambafr berdasar data dari peta lain yang sudah pernah dibuat. - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Addi M Idhom Kita menggunakan peta untuk berbagai tujuan, salah satunya adalah untuk menentukan arah. Saat ini, kita sudah menggunakan peta dalam bentuk digital, yaitu berupa aplikasi. Teknologi GPS pun membantu kita menentukan posisi dalam peta sebelum mengarahkan kita ke tempat tujuan. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata terdapat beberapa jenis peta? Sebelumnya, kita pelajari dulu apa itu peta. Peta merupakan representasi simbolis bumi atau bagiannya yang kemudian digambar di permukaan datar. Kata peta map sendiri berasal dari kata mappa yang dalam bahasa Latin berarti kain. Hal tersebut karena dulu, peta digambar di atas kulit atau kain. Definisi Peta Peta juga didefinisikan sebagai gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dari ukuran aslinya. Isi peta mewakili beberapa area dan berisi rincian informasi geografis. Perbandingan antara jarak yang diukur pada peta dan jarak yang sesuai dengan di bumi disebut dengan skala. Skala merupakan elemen penting dari peta dan menetapkan batas informasi dan tingkat realitas. Baca juga Pengertian dan Komponen Sistem Informasi Geografis Saat ini, sudah banyak dibuat bermacam-macam jenis peta. Tapi, itu semua dapat kita sempitkan lagi, salah satunya adalah berdasarkan skala. Jenis peta berdasarkan skala dibagi menjadi lima, yaitu peta kadaster, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala geografis. 1. Peta Kadaster Peta kadaster adalah jenis peta yang memiliki skala antara 1 100 hingga 1 Biasanya, peta ini digunakan untuk menggambarkan luas tanah maupun sertifikat tanah. 2. Peta Skala Besar Jenis peta ini adalah peta yang memiliki skala antara 1 hingga 1 Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang sempit, misalnya peta kelurahan, peta desa, peta kecamatan, dan peta kota. 3. Peta Skala Sedang Peta skala sedang memiliki skala antara 1 sampai dengan 1 Cakupan wilayah yang digambar dalam peta ini termasuk provinsi, pulau, dan sebagainya. 4. Peta Skala Kecil Peta jenis ini memiliki skala antara 1 sampai dengan 1 Daerah yang digambar pun cukup luas, misalnya satu negara. 5. Peta Skala Geografis Jenis peta yang terakhir ini memiliki skala yang lebih kecil dari 1 Karena skalanya yang kecil, wilayah yang termasuk ke dalam peta pun lebih luas. Peta yang memiliki skala sekecil ini biasanya adalah peta benua dan peta dunia. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsDefinisi PetaGeografiGPSJenis PetaKelas 10Penunjuk ArahPeta Pada awal abad ke-2 87M -150M, Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenaipentingnya peta. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberinama β€œAtlas Ptolomaeus”. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Sedangkanorang ahli membuat peta disebut kartografer. Untuk menggambarkan kenampakan-kenampakan permukaan bumi pada peta,seorang pembuat peta harus menguasai bidang ilmu. Erwin Raisz menyatakan bahwa seorang kartografer harus menguasai 50% geografi,30% seni,10% matematika,dan 10% ilmu adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi atau gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil dengan bidang datar,sebagaimana kenampakannya dari atas udara yang dilengkapi skala, mata angin, dan simbol-simbol. Dengan kata lain,peta adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Agar dapat dipahami oleh pengguna/pembaca,maka peta harus diberi tulisan dan adalah penjelasan mengenai Jenis jenis peta Berdasarkan IsinyaBerikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis peta berdasarkan isinya1. Peta umumPeta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis alam maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya. Disebut peta umum karena peta ini bersifat umum sehingga dapat digunakan untuk umum dengan berbagi macam tujuan. Unsur-unsur yang disajikan tidak hanya satu atau dua jenis saja tetapi peta menyajikan semua unsur di muka bumi ini dengan memperhitungkan skala yang umumnya sangat peta umum yaituPeta TopografiPeta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief tinggi rendahnya permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur countur line yaitu garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama. Pada peta topografi sendiri,garis kontur digmbar dengan warna coklat muda. Kontur berguna untuk memberikan informasi relatif tentang relief. Relief ini merupakan suatu bentuk yang memperlihatkan perbedaan dalam ketinggian dan kemiringan dari bentuk-bentuk yang tidak sama di permukaan bumi. Relief dihubungkan dengan suatu bentuk atau model keseluruhan muka bumi dalam bentuk tiga dimensi. Selain itu peta topografi juga digunakan sebagai dasar dalam pembuatan peta-peta tematik seperti,peta kehutanan, peta pariwisata, peta penggunaan lahan,dan Indonesia pemetaan topografi dikerjakan oleh Jawatan Topografi jantop Angkatan Darat dengan koordinasi Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal. Peta yang dihasilkan setelah jadi dapat diperjualbelikan secara bebas. Peta Rupa Bumi Indonesia RBI merupakan peta yang sejenis dengan peta topografi. Peta ini dibuat dan dikoordinasi oleh Bakosurtanal. Peta tersebut mempunyai isi dan sifat yang sama dengan peta topografi. Perbedaan kedua peta tersebut hanya pada sistem proyeksi serta pengambilan data di lapangan. Peta topografi dalam perolehan data di lapangan lebih banyak menggunakan survei dan pengukuran lapangan, sedangkan peta RBI dengan cara kompilasi dari foto yang disajiakan oleh peta topografi maupun peta RBI yaitua. Unsur buatan manusiaUnsur-unsur perhubungan, meliputi jalan dan jalur kereta apiGedung-gedung, meliputi perumahan dan bangunan lain seperti mesjid, kantor, dan sebagainyaKonstruksi-konstruksi lain,seperti bendungan, jalur pipa, waduk penyimpanan air, dan lain-lainUnsur luasan atau daerah khusus,meliputu daerah yang ditanami seperti perkebunan dan tamanBatas-batas,meliputu batas adminstratif seperti batas provinsi, kabupaten, sampai batas terkecil yang bisa dilihatb. Unsur alamUnsur hidrografi,termasuk sungai,danau,dan garis pantaiTanaman vegetasi,pada umumnya dikelompokkan menurut jenis atau faktor lain yang berhubunganUnsur lain seperti permukaan es,salju,pasir,dan lain-lainSelain menggambarkan unsur-unsur di atas,peta topografi maupun peta RBI juga menggambarkan titik-titik ketinggian. Titik ketinggian ini di peta ditulis dengan harga atau angka yang digunakan untuk memperlihatkan ketinggian suatu tempat di atas atau di bawah permukaan laut. Pengukuran hanya dilakukan pada tempat-tempat penting saja,misalnya puncak bukit, pertemuan sungai, dasar lembah, perubahan lereng, dan kelebihan peta topografi yakni dengan menggambarkan peta dengan objek titik ketinggian maka kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat dan untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan chartography kartografi – Merupakan peta yang menggambarkan sebagian permukaan bumi. misalnya peta yang hanya menggambarkan benua atau setengah bola bumiPeta Chorografi – Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil antara 1 sampai 1 atau lebih. Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara, benua bahkan dunia. Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah di antaranya pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya,jalan kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai, rawa dan lain-lain. Atlas adalah kumpulan dari peta chorografi yang dibuat dalam berbagai tata Indonesia – Peta ini menggambarkan wilayah Indonesia secara keseluruhanPeta dunia – Peta ini merupakan peta yang menggambarkan seluruh bagian permukaan bola Peta Khusus TematikDisebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu atau dua kenampakan pada permukaan bumi yang inginditampilkan. Dengan kata lain, yang ditampilkan berdasarkan tema khusus ini yang menggambarkan kenampakan-kenampakan fenomena mengenai unsur unsur geosfer tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya. Pada peta tematik,objek yang disajikan dalam bentuk gambar dengan menggunakan simbol-simbol serta mempunyai tema tertentu sesuai dengan maksud tujuannya. Peta tematik bisa dibuat sesuai dengan tema yang diperlukan,misalnya dalam perencanaan suatu daerah, administrasi, manajemen, perusahaan-perusahaan, pendidikan,militer, dan itu alam perkembangan ilmu pengetahuan,peta tematik mepunyai hubungan yang erat dalam hal penyajian data untuk keperluan perencanaan dalam bidang-bidang tertentu, sepertigeologi, geografi, pertanahan, perkotaaan, sosial ekonomi, kependudukan, dan sebagainya. Untuk penggambaran peta tematik diperlukan peta dasar sebagai kerangka yang menggambarkan batas wilayah, sungai, dan jalan ataupun yang lainnya. Pada peta dasar tersebut kemudian data-data tematis dapat dipetakan. Data yang digambarkan pada peta tematik dapat diperoleh dari hasil survei atau pengukuran langsung dari foto udara maupun dari data-data peta khusus yakniPeta curah hujan isohyet – Peta ini merupakan peta yang menjelaskan banyaknya curah hujan yang sama di suatu tempatPeta kepadatan penduduk – Peta ini menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas peta kepadatan penduduk untuk membedakan kepadatan penduduk tiap wilayah ditunjukkan dengan perbedaan warna. Berdasarkan legenda keterangan pada peta kita dapat mengidentifikasi bahwa misalnya warna hitam menunjukkan kepadatan penduduknya lebih dari 701 orang setiap 1 km2,warna agak hitam menunjukkan kepadatan penduduknya antara 400 orang sampai 700 orang setiap 1 kilometer persegi dan warna putih menunjukkan kepadatan penduduknya kurang dari 400 orang setiap 1 kilometer penyebaran hasil pertanianPeta penyebaran hasil tambang,Peta jalur penerbangan atau pelayaranPeta anomali gaya beratPeta tata guna lahanPeta pendaftaran tanahPeta kriminalitas. Peta ini menggambarkan persebaran kejahatn di suatu wilayah atau daerahPeta geologi. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan struktur batuan dan sifat-sifatnya yang dapat mempengaruhi bentuk-bentuk permukaan irigasi. Peta ini adalah peta yang menggambarkan tentang aliran sungai, waduk, bendungan air, dan saluran transportasi. Peta ini adalah peta yang mennjelaskan jalur-jalur lalu lintas baik di darat maupun udaraPeta lokasi. peta ini merupakan peta yang menggambarkan letak suatu tempat di permukaan bumi di lapisan arkeologi. Peta yang menggambarkan penyebaran letak benda-benda atau peninggalan purbaPeta tanah. Peta tanah ini adalah peta yang menggambarkan dan menggolongkan jenis jenis tanah dengan tingkat aktivitas penggunaan lahan. Peta ini merupakan peta yang menggambarkan bentuk penggunaan tanah yang ada hubungannya dengan lingkungan geografis dan aktivitas manusia dan ruang publik untuk beberapa jenis peta yang menggambarkan tema tertentu peta tematik biasanya dilengkapi dengan data-data yang menyangkut unsur-unsur geografi seperti;Luas wilayah keseluruhan dan bagian-bagiannyaLokasi suatu wilayah termasuk batas-batas administrasinyaLetak, jarak, dan arah suatu tempat dengan tempat lainnyaPersebaran berbagai macam jenis jenis sumber daya alamPersebaran kegiatan sosial ekonomi, dan budaya manusiaKenampakan alam atau fisik permukaan bumi atau data spesifik lainnya Skala peta adalah perbandingan jarak antara dua titik di peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi lapangan. Berdasarkan skalanya peta dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaituPeta kadaster/teknik adalah peta yang mempunyai skala antara 1 100 sampai 1 Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah. oleh karena itu banyak terdapat di Departemen Dalam Negeri, pada Dinas Agraria Badan Pertanahan Nasional.Peta skala besar adalah peta yang mempunyai skala 1 sampai 1 Peta skala besar digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relatif sempit, seperti peta peta provinsi kelurahan,dan peta kecamatan. Contohnya,seperti peta provinsi Daerah Istimewa skala sedang adalah peta yang mempunyai skala antara 1 sampai 1 Peta skala sedang digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas seperti peta regional berupa peta propinsi Jawa Tengah, peta propinsi malukuPeta skala kecil adalah peta yang mempunyai skala 1 sampai 1 atau lebih. Peta skala kecil digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas,misalnya peta negara, benua di dunia Contohnya,seperti peta Republik Indonesia, Peta Asia Tenggara, Peta Benua Asia, Peta Benua Eropa dan Peta skala geografis. Peta ini merupakan peta yang berskala lebih kecil dari 1 dipergunakan untuk menggambarkan kelompok negara,benua,atau uraian di atas dapat disimpulkan bahwa semakin besar angka pembandingnya berartiskala peta itu makin Tujuan, Bentuk, Nilai dan Sumber DataPeta dibuat orang dengan berbagai tujuan. Berikut ini contoh-contoh peta untuk berbagai tujuanPeta Pendidikan Educational Map.Contohnya peta lokasi sekolah SLTP/ Ilmu peta arah angin, peta Informasi Umum General Information Map.Contohnya peta pusat Turis Tourism Map.Contohnya peta museum, peta rute Peta Berdasarkan Bentuk Penyajian Peta 1. Peta Foto Photo Map – Peta ini merupakan peta yang menggambarkan bayangan bumi dari hasil fotografis dan hasil pengambilan gambar dari udara. Dengan kata lain peta foto merupakan peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto yang dilengkapi garis kontur,nama dan Peta Garis Line Map – Dikatakan peta garis karena peta ini menggambarkan bentuk bumi dalam bentuk garis atau berupa grafis atau lebih singkatnya peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan Peta digital – Peta digital ini adalah peta yang dibuat dan tersimpan dalam media komputer baik nomor titik maupun koordinat horizontal dan vertikal pada peta Peta Berdasarkan Sifat Nilai Data yang DikandungnyaPeta jenis ini dibedakan atas dua yakni1. Peta kuantitatif – Peta kuantitatif merupakan peta yang akan menjawab lokasi keberadaan suatu objek beserta besar nilai objek tersebut. Contoh peta kuantitatif misalnya peta kepadatan penduduk yang memberikan nilai jumlah penduduk per 1 km2 atau 1 ha pada lokas-lokasi tertentu2. Peta kualitatif – Peta ini merupakan peta yang hanya menunjukkan keberadaan suatu objek di lokasi tertentu. Contoh peta kualitatif misalnya, peta lokasi perkebunan teh atau perkebunan sayur-mayur di Puncak, Jawa Barat. Informasi yang diberikan dalam peta ini tidak dilengkapi dengan nilai objek yang Peta Berdasarkan Sifat DatanyaJenis peta ini dapat dibedakan atas dua jenis yaitu1. Peta stasioner – Peta stasioner merupakan peta dengan sifat data yang menggambarkan permukaan bumi yang memiliki sifat data tetap atau stabil. Contoh peta stasioner misalnya peta batimetri kedalaman laut,peta topografi, dan peta jalur pegunungan atau jalur Peta dinamis – Peta dinamis merupakan peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang selalu berubah-ubah atau tidak stabil. Contoh peta dinamis antara lain peta petsebaran kepadatan penduduk atau peta jaringan Peta Berdasarkan Sumber DataPeta ini terdiri dari 11. Peta dasar basic map – Peta ini merupakan peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan dan dilakukan secara sistematis. Untuk melakukan pemetaan secara sistematis perlu adanya pembakuan dalam metode pemetaan,sistem datum,sistem proyeksi peta, ukuran lembar peta, skala peta, tata letak informasi tepi, derajat ketelitian dan kelengkapan isi, serta pembakuan dalam kerangka geometris peta grid and graticule. Berhubung peta ini induk ini dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan topografi, maka peta ini dapat digolongkan sebagai peta dasar. Karena peta dasar adalah peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta lainnya, khususnya acuan untuk kerangka Peta turunan derived map – Peta ini merupakan peta yang dibuat diturunkan berdasarkan acuan peta yang sudah ada,sehingga survei langsung ke lapangan tidak diperlukan lagi. Peta turunan ini tidak dapat digunakan sebagai peta dasar untuk pemetaan PetaPeta selain disajikan dalam bentuk lembaran terpisah dapat juga dikumpulkan dalam satu buku, sehingga peta yang yang dibukukan disebut atlas. Misalnya kumpulan peta-peta provinsi di Indonesia dapat dibukukan menjadi atlas nasional Indonesia. Berdasarkan isinya, atlas dapat dibedakan menjadi dua yakni atlas umum dan atlas khusus. Atlas umum adalah atlas yang memuat infotmssi yang bersifat umum tentang wilayah tertentu. Berdasarkan cakupan wilayahnya, atlas umum terdiri dari atlas nasional, atlas regional,dan atlas dunia. Sedangkan atlas khusus adalah atlas yang memuat peta berisi informasi atau tema secara khusus. Misalnya,atlas jalan informasi yang dapat diperoleh dalam penggunaan atau membaca peta yaituMengetahui posisi atau lokasi relatifLetak suatu tempat dapat dilihat dengan menghubungkan objek yang berdekatan di sebelahnya atau letak secara administrasiLetak astronomis suatu tempat ditemukan dengan arah mata angin atau orientasi pada peta. Secara kartografi,arah utara selalu menghadap ke atas pada media peta. Untuk menunjukkan letak suatu tempat dapat menggunakan orientasi peta tersebut. Contoh, desa Sukamanah menempati wilayah pada bagian selatan Kecamatan Cianjur dan di sebelah timur Kelurahan lokasi ditemukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur secara ukuran kenampakan muka bumi. Melalui skala yang ada pada peta, kita dapat mengukur jarak 2 tempat, panjang dan lebar, jalan atau sungai, dan luas suatu bentuk-bentuk kenampakan bumi. Fenomena permukaan bumi pada peta mempunyai bentuk yang bermacam-macam,misalnya kota, gunung, pelabuhan, jalan, sungai, danau, rawa, pulau dan sebagainya. Semua perwujudan tersebut digambarkan dalam bentuk simbol pada peta. Misalnya simbol titik warna hitam menggambarkan bangunan-bangunan,simbol garis diperuntukkan pada sungai dan jalan serta simbol area menggambarkan area pemukiman dan vegetasi sawah,hutan, dan lain-lain.Mengetahui ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Ketinggian tempat atau lokasi dalam suatu wilayah dapat diketahui dengan membaca titik ketinggian maupun garis kontur. Setiap garis kontur selalu menunjukkan atau disertai angka ketinggian. Selain itu garis kontur juga dapat menunjukkan kenampakan fisik dari suatu wilayah atau relief dan kemiringan pola dan persebaran objek geografi baik bentang alam pola aliran sungai,persebaran hutan di Indonesia,dan sebagainya maupun bentang budaya pola persebaran pemukiman,pola jaringan jalan dan kecenderungan perkembangannya.Mengetahui persebaran sumber daya alam dan hasil produksinya atau potensi suatu suatu pekerjaan atau proyek, misalnya untuk konstruksi jalan,navigasi, atau perencanaanMembantu dalam perencanaan dan pembuatan suatu desain,misalnya desain jalanMembantu dalam menganalisis data spasial seperti perhitungan menggunakan peta dengan baikPembaca peta harus memiliki pengetahuan dasar petaPembaca peta mengetahui cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan masalah petaPembaca peta memiliki sikap dan pandangan yang kritisPembaca peta mampu memiliki daya imajinasi yang kuat dan benarPembaca peta terus berlatih secara teratur dalam menafsirkan dan memahami peta