Padaartikel sebelumnya, saya telah membahas tentang Perbandingan Buku Digital dan Buku Cetak. Namun masih belum menjelaskan kelebihan dari buku cetak, jika dibandingkan dengan buku digital atau ebook. Pada artikel kali ini, teknoding akan membahas 6 kelebihan dan 5 kekurangan menggunakan buku cetak atau konvensional. 1. Menyerap banyak informasi. Katunima jua digunakan untuk jilbab segi empat dan pashmina. Jadi sekarang kamu sudah tahu kan kelebihan dan kekurangan bahan moscrepe. Perbedaan Kain Moss Crepe Dan Wollycrepe Goresan Kemudian keistimewaan yang lain adalah kain ini stretch 2 arah, vertikal dan horizontal. Kelebihan dan kekurangan kain mosscrepe. Susah disetrika karena MaterialPU ini adalah pengembangan dari PVC. Perbedaan ada pada lapisan dasar dan lapisan aditif PU memilih dari bahan tekstil yang lebih berkualitas dan lembut, seperti layaknya kontur kulit asli. Sehingga tidak jarang, harga PU jauh lebih mahal dari pada material PVC. 3. Canvas. Dari kain canvas yang dibuat dari benang-benang ukuran besar Polyurethaneberasal dari bahan elastomer hasil reaksi poliol dari isosianat. Berbeda dengan karet, polyurethane hanya mampu menahan panas 100 derajat Celcius dalam waktu 1 menit. PU juga tahan akan minyak dan cairan kimia lain. PU juga dinilai handal mengatasi permukaan yang tidak rata dan licin. Iniyaitu bahan buatan manusia (sintetis) serta umumnya dinamai oleh kulit imitasi, materi baru di pasar sekarang ini. Lantaran disadari atau tak keunggulan kulit imitasi ini membuatnya popular termasuk juga harga yang lebih murah, kaya warna, serta permukaannya yang sedikit berbintik-bintik unik. Berikutini merupakan kelebihan dan kekurangan bahan leather. Memiliki kekurangan dan kelebihan yang terdapat dalam kain sintetis tersebut. Kesemuanya pasti akan terdapat kelebihan dan kekurangannya. Type Bahan Ini Mudah Terserang Noda. Meskipun demikian, pu leather juga memiliki keunggulan tersendiri. Bahan sintetis ini hanya dapat bertahan KulitPu vs Kulit Asli. Mana Yang Lebih Baik. Kulit PU terbuat dari polimer sintetis, yang dibuat dengan menambahkan plasticizer, pewarna, dan minyak ke resin polimer. Kulit asli juga penuh karakter dan akan menua dengan indah. Kulit PU, di sisi lain, walaupaun dapat tahan lama namun akan retak dan terkelupas seiring waktu. 45Y48AM. Leather chairs are the most stylish and comfortable chairs. Leather chairs can be real leather, bonded, or faux leather. Each one has its own advantages and Leather is one such material used to give a leather finish to furniture. Let’s dive more into the details of what is PU leather and its pros and the name indicates Pu leather chairs are made up of Pu leather material. But what is this PU leather? PU Leather is synthetic leather and it has a synthetic coating over the synthetic coating is generally polyurethanePU, so it derives its name PU leather from the coating used to make is a class of plastic polymer that has a variety of applications because it can be flexible or rigid. It is used to make foams, laminates, spandex, coatings, fibers, Leather is used in many industries for making a variety of products and some of them are hair clips, mobile phone covers, vanity & handbags, clothing, crafts, leather furniture, wallets, and wallpapers. What Is Pu Leather Made Of?The PU coating is applied on top of a fabric base to give it a leather look and texture. PU leather has fabric as its base and without this fabric base, it doesn’t have any other plastic polymers, Polyurethane is a class of monomers and it derives its distinctive feature of being rigid or flexible from them. So it can be molded to make a variety of products other than just Leather Vs Real LeatherPU leather is not real leather and one should know the difference. But if you don’t know how to spot the difference between PU leather and real leather, refer to the below Lether Vs Fake or Synthetic LeatherReal LeatherPU LeatherReal leather is natural, made from animal skin, and is a single piece. It looks like a single piece from all around and it’s intact. Even if you try to pull a layer of the leather you cant do leather has a fabric base and a synthetic coating on top. If you can flip it you will see the difference. You can also try pulling the Pu leather with your fingernails and check. The PU leather coating layer will come out or break with a little texture and surface of real leather are not smooth. You will see wrinkles and marks on texture and surface of PU leather are real leather is durable and lasts for decades without fading. It becomes more attractive and softer with leather is not durable, it only lasts for 1-2 years with good use. It becomes rigid and tends to wear out after a few pattern on Real leather is unique and is not particular. Two real pieces of leather may not look the pattern on Pu leather is uniform because it is made with machines. They all look the can not tear or puncture real leather so leather is easy to leather is leather is not leather is humidity leather is not resistant to humidity and tends to lose its color and shine over care of real leather is not easy and it needs regular care of PU leather is very easy and does not require regular real leather is leather is available leather is heavier than fake leathers like PU and PVC leather is real leather takes time and effort and working with it is not very and working with Pu leather is very leather is non-vegan since animals are hurt or skinned while making leather is vegan as no animal is harmed to make themThey are good for the environment and have no adverse ecological leather uses plastics and affects adversely on the this guide on how to spot the difference between Real and PU Lether- Tell the difference between real leather and PU Leather Vs Pu LeatherLeather can be of two types Real or Fake. Real leather is made from animal skin and natural whereas fake leather is unnatural and made from synthetic materials. The fake leather has a fabric base and a synthetic coating on top of this base. It is made to look like and feel like real leather. Fake leather is commonly referred to as Faux leather. Faux leather is also known as Leatherette or Vegan leather. Read this Guide about the Difference Between Real, bonded, and faux LeatherThis Faux leather is of two types PU leather and PVC leather. So PU leather is a type of faux leather. The difference between PU and PVC leather is the different types of coatings applied on the base leather has a Polyurethane coating on top of the bae while PVC leather has a Polyvinyl chloride coating combined with stabilizers, plasticizers, and IS FAUX LEATHER?Is Pu Leather Waterproof?Real leather is not very water-friendly but fake leathers like PU can handle water well. They are water-resistant or Pu Leather Durable?Pu leather is synthetic fake leather and it doesn’t last very long. They typically last for 1-3 years and tend to tear or fade PU leather real leather?No, PU leather is fake leather that is made to look and feel like real leather. Pu leather is made from synthetic materials. It has a Polyurethane coating with a fabric base. PU leather is a type of Faux PU leather high quality?Pu leathers are synthetic and made with machines. They are made to look like real leather but they are not of high quality as the real leather. Pu leather tears off easily, not durable but they are cheap. They are easy to work with and also look like real Toxic is PU leather?The earlier generation of PU leather was toxic but the current versions of PU leather are not toxic. But they are not good for the environment nor the ecology as plastic is is better bonded leather or PU leather?Bonded leather is better than PU leather as it is made from real leather scraps. The scraps of leather or powder leather that are left after cutting ad sanding the real lather are used in conjunction with glue, and vinyl to make bonded leather. It has all the benefits of real leather while it is cheaper. Is PU or PVC leather better?PVC leather is made up of polyvinyl chloride or simply Vinyl. This plastic polymer coating is applied on a polyester base and it makes the surface stronger, durable, easily cleanable, and leather is more stretchable than PVCWhy is PU leather vegan?PU leather is vegan because no animal is harmed or killed or used while making them. It is made from plastic polymers called Polyurethane. Semua orang tertarik untuk mencari produk yang memiliki bahan kulit kecuali anda adalah pelindung satwa seperti grup PETA. Namun masih belum banyak orang yang mengerti mengenai apa bahan kulit itu sendiri. Dengan kemajuan teknologi, kulit yang dulunya adalah semurni-murninya dari hewani, sekarang sudah berkembang dengan pengolahan hingga seleksi bahan kulit mana yang bisa dioptimalkan sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Tulisan ini akan ditulis berdasarkan sumber-sumber yang dibaca dan pengalaman pribadi Penulis sendiri. Pada dasarnya, kulit hewan yang biasa digunakan pada produk-produk ada 4 macam sejauh ini, yaitu Kulit sapi Cowhide Leather / CH Leather Kulit domba Lambskin Leather / Sheepskin Kulit kambing Goatskin Leather Kulit babi Pigskin Leather Sebetulnya masih ada banyak bahan kulit bersumber dari berbagai jenis hewan seperti sapi muda calfskin, buaya crocodileskin, hingga ular snakeskin. Namun akan dibahas bahan kulit yang umum digunakan. Berikut perbandingan 4 kulit tersebut di atas dengan aspek kekuatan, kelenturan, berat, tingkat kehangatan, dan kelembutan Sapi Cowhide Domba Lamb Kambing Goat Babi Pigskin Kekuatan 5/5 4/5 4/5 Kelenturan 1/5 3/5 Berat 5/5 3/5 4/5 3/5 Tingkat kehangatan 5/5 3/5 4/5 3/5 Kelembutan 2/5 5/5 3/5 4/5 Kulit sapi Cowhide leather / CH Leather Kulit sapi terkenal dengan kekuatan, ketahanannya, kekuatannya, dan kekokohannya. Biasanya jenis bahan kulit ini digunakan untuk membuat dompet, sabuk, sepatu, dan jaket. Bahan kulit sapi ini terkenal juga karena tingkat kehangatannya. Bahan kulit sapi diseleksi berdasarkan kualitas yang berbeda, mulai dari kondisi kulit aslinya dan warnanya. Kulit domba Lambskin Leather Kulit domba ini sering digunakan karena kelembutannya dan ringannya. Kulit ini juga lebih lentur dibandingkan kulit sapi yang keras. Kulit domba ini biasanya lebih dipilih guna bahan produk perempuan dibandingkan laki-laki. Namun karena kelembutan tersebut, kulit domba lebih mudah rusak apabila berbenturan dengan benda tajam dan mudah pudar seiring waktu, serta susah digunakan untuk membuat produk dalam ukuran besar seperti jaket. Kalaupun ada, harganya pastinya sangat mahal. Kulit kambing Goatskin Leather Adanya komponen lanolin pada kulit kambing membuat kelembutan kulit kambing mendekati tingkat kelembutan kulit domba, bahkan lebih kuat dan tahan lama dibanding kulit domba. Namun keringanannya dan kelenturannya masih kalah dibandingkan kulit domba. Kulit babi Pigskin Leather Kulit babi terkenal karena kelembutannya yang hampir menyamai kulit domba. Namun kulit babi lebih tahan lama karena mudah menyerap udara dan air serta lebih lentur dibandingkan kulit kambing. Sehubungan kulit sapi yang lebih terkenal, akan dibahas macam-macam kulit sapi yang telah dikembangkan. Pada dasarnya, kulit sapi terbagi atas struktur sebagai berikut dari paling luar hingga ke dalam a. Serat Penuh Full grain / Epidermis b. Corium / Dermi Bisa jadi Top Grain atau Genuine Leather c. Daging Struktur kulit bisa dilihat pada bagan berikut Sumber Jenis kulit sapi secara kualitas adalah 1. Full Grain Kulit dengan serat penuh tanpa ada penghalusan atau pewarnaan kulit. Secara umum disebut kulit berserat grain leather, sama dengan top grain leather, meskipun full grain leather tetap lebih baik. 2. Top Grain Kulit yang seratnya diperbaiki atau dihaluskan agar tampak indah. Secara umum disebut kulit berserat grain leather, sama dengan full grain leather, meskipun full grain leather tetap lebih baik. Kulit top grain sendiri ada 3 macam proses, yaitu aniline, semi-aniline, dan protected. Sumber a. aniline Diproses dengan menggunakan cairan pewarna untuk menjaga tekstur alami dan tidak diberikan pigmen tambahan maupun lapisan pelindung. Ini yang membuat kulit terlihat sangat natural tapi sangat rentan terhadap goresan. Warna kulit kadang berubah dan seringkali memudar. Kulit anilin ini dikenal dengan istilah nappa alami atau natural nappa. Kulit jenis anilin juga sangat rentan pada sinar matahari dan air. Sumber b. semi-aniline Diproses dengan diwarnai sehingga terlihat mulus dan lebih terlindungi. Sumber c. protected Mempunyai lapisan tambahan yang disemprotkan sebagai pelindung kulit. Setelah melalui proses koreksi, tekstur kulit tidak akan terasa seperti aslinya karena sudah terkontaminasi produk pelindung dan proses pengembosan. Merupakan kulit proses yang paling murah sehingga tidak kualitas kulit dapat dikatakan sebagai yang paling rendah. Namun kelebihan proses kulit sepert ini adalah tahan panas sinar matahari dan basahnya air. 3. Split Leather Sumber Kulit jenis split ini adalah lapis kedua atau di bawah top grain dan full grain. Kulit ini lebih lemah atau lebih rentan dibandingkan grain leather. Banyak pengrajin kulit menggunakan bahan ini karena murah dan membuat tampak seperti grain leather dengan mewarnai baik itu dengan pigmen atau dye. Cara membedakannya adalah dengan melihat fiber atau seratnya. Tapi kulit jenis ini tidak terlalu kuat dan tahan lama. Orang biasa menyebutnya Finished Split. Produk yang banyak menggunakan kulit jenis ini adalah kantong untuk peralatan besi, moccasin, pabrik Suede. Split leather biasanya diolah menjadi 2 macam tipe kulit, yaitu a. Suede Kulit ini diproses terbalik supaya mempunyai napped finish. Terkadang pabrik kulit memberikan synthetic finish dan tekstur folikel bulu untuk menyerupai Full Grain. Kulit ini dikenal dengan Finished Split. Banyak yang beranggapan bahwa kulit ini adalah kulit asli. Faktanya adalah, memang benar kulit ini asli namun tidak terlihat alami. Bahan ini adalah favorit para pengrajin sepatu untuk pembuatan sepatu kasual anak muda. Sayangnya, kulit ini lebih cepat kotor dan berubah warna jika terkena air. Selain itu, jahitannya pun mudah lepas b. Nubuck Grain leather yang diproses untuk mendapatkan napped finish yang mirip dengan Suede. Perbedaannya adalah Nubuck bagian dalam lebih kuat dan tahan lama daripada Suede bagian luar. Tetapi tekstur Suede cenderung lebih lembut dan fleksibel. Hal ini membuatnya lebih berguna dan digemari orang untuk bermacam aplikasi. 4. Bonded Leather Dikenal pula dengan istilah reconstituted leather atau fibre leather. Kulit ini adalah sisa hasil industri yang dicampur filler atau fiber dan lapisan polyurethane sehingga terlihat mirip dengan kulit asli. Sangat mudah untuk mengenali jenis ini. Bagian belakangnya kulit Suede dan bagian luarnya Full Grain. Walapun konstruksinya terbentuk 51% fiber, tetap saja banyak perusahaan yang menganggap ini adalah representasi dari kulit asli. Harganya memang murah, tapi cepat rusak dan lapuk. Bonded leather biasa dipakai untuk industri furniture dan aksesoris murah, dan hard cover buku. Sekian gambaran umum dari jenis bahan kulit yang pada umumnya ditemukan. Berikutnya akan dibahas jenis-jenis kulit yang dipromosikan atau dimarketingkan sebagai produk kulit a. Pull-Up Leather sumber Pull Up Leather adalah kulit yang diproses dengan cara diberikan zat aniline untuk menciptakan warna yang tajam. Penyamak menggunakan minyak dan lilin transparan ketika finishing, membuat kulit Pull Up menjadi terasa sangat lembut dan halus. Ketika kulit ini ditarik atau direnggangkan, warnanya sedikit berubah pada area yang ditarik. Inilah asal mula nama Pull Up Leather. Variasi warna yang kontras antara terang dan gelap terjadi saat proses penarikan kulit Grain dilakukan. Di tahap akhir, permukaan Pull Up leather diolesi campuran minyak dan lilin parafin dengan menggunakan roller. Kemudian, kulit dikeringkan menggunakan vakum sampai benar-benar kering. Hasilnya, kulit menjadi terlihat lebih mengkilap. Ketika kulit ditarik, terjadi perubahan warna di area penarikan kulit sehingga warna yang lebih terangpun muncul. Sama dengan Split leather Kekuatan 5/5 Ketahanan 2/5 panas dan basah Kenyamanan 3/5 b. Neo-leather Merupakan kulit sintetis premium. Meskipun didalihkan sebagai kulit, namun neo-leather bukanlah berbahan dasar kulit. Bahan sintetis merupakan bahan tiruan bukan berasal dari kulit hewan yang sebenarnya. Bahan sintetis atau tiruan ini dibuat semirip mungkin dengan kulit hewan yang asli,mulai dari warna, motif, glossy atau kilapannya. Neo Leather berbeda dengan pleather atau faux leather. Bahan sintetis plastik leather adalah bahan sintetis yang terbuat dari plastik biasanya disebut dengan pleather. Cirinya adalah pada permukaan nya yang memiliki kilauan yang mengkilap, mirip dengan bahan kulit yang lainnya. sumber; Kelebihan bahan kulit sintetis adalah kemiripan yang sangat luar biasa dengan produk kulit asli kemudian memiliki harga jual yang cukup murah, karena bahan kulit sintetis dibuat dengan mesin, kemudian bahan sintetis lebih memiliki tekstur dan warna yang konsisten selain itu lebih mudah diwarnai dengan berbagai warna yang bervariasi dan warnanya tidak mudah memudar. Kekurangan bahan kulit sintetis adalah usia pakai yang lebih pendek dibandingkan dengan kulit asli. Cat atau warna pada permukaan jaket gampang mengelupas atau retak. Lama kelamaan pemakaian jaket bahan sintetis khususnya menjadi tidak nyaman dan kilapan pada permukaan jaket hilang. Bahan sintetis rata-rata lebih tipis, kemudian tidak terasa hangat ketika dipakai serta mengeluarkan bau seperti plastik atau karet. Sama dengan Bonded Leather Kekuatan 3/5 Ketahanan 3/5 panas dan basah Kenyamanan 3/5 c. Action leather sumber Kulit Action action leather, yaitu kulit belahan ke 2 bagian bawah, sering orang bilang kulit krecek karena memang bahan baku membuat krecek dan rambak. Kulit ini diproses kembali dan tekstur permukaan diberi bahan lapis Imitasi biasanya bahan plastik PU dan sering disebut PU SPLIT. Dalam membedakan kulit asli dengan action leather dan kulit sistetis dari pengalaman ahli perkulitan adalah Pegang Kulit Produk tersebut agak lama, gosok-gosok dengan tangan dan rasakan, jika memberi hawa lebih dingin berarti Kulit Asli dan jika memberi hawa lebih hangat berarti kulit sintetis. Perawatan Action leather cukup menggunakan kain halus dan sikat yang lunak disesuaikan dengan bentuk permukaannya. Jangan mencuci sepatu anda dan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Sama dengan Bonded Leather Kekuatan 5/5 Ketahanan 2/5 panas dan basah Kenyamanan 3/5 d. Nappa leather Sumber Kulit nappa adalah bahan kulit lembut yang bisa terbuat dari domba atau kerbau lambskin atau calfskin. Karena kelembutannya, bahan kulit napoa menjadi mudah retak dan pecah. Namun tampilannya lebih mengkilap jika dibandingkan kulit full grain. Sama dengan Aniline Leather / Top grain Leather Kekuatan 4/5 Ketahanan 3/5 panas dan basah Kenyamanan 4/5 e. Crazy Horse Leather Crazy Horse leather merupakan jenis kulit yang memiliki motif yang terkesan tua atau vintage, dengan tekstur bahan layaknya Pull-up leather. Ketika ditarik, crazy horse leather akan lebih terang setingkat dibandingkan warna sebelumnya. Teksturnya lembut dan terkesan alami. Yang membedakan crazy horse leather dengan Pull-up leather adalah pengaplikasian wax pada permukaan kulit yang telah dihaluskan. Wax ini akan memperkuat serat pada kulit yang membuat kulit mengalami perubahan warna dan tidak seketika kembali jika tergores. Sama dengan Pull-Up Leather Kekuatan 3/5 Ketahanan 3/5 panas dan basah Kenyamanan 4/5 f. Eco Leather sumber Kulit yang diolah dari kuli-kulit bekas yang diproses dengan bahan non-kimia serta menggunakan pewarna atau penghalus berdaarkan bahan “hijau” atau dari tumbuh-tumbuhan. Kenyataannya proses pengerjaannya rumit karena ada eco leather yang menggunakan zat-zat alami seperti minyak kelapa dan lain-lain sehingga kualitas eco leather bisa berbeda-beda. Namun selama tahun 2020 ini, belum ada eco leather yang berkualitas bagus. Sama dengan Bonded Leather Kekuatan 3/5 Ketahanan 2/5 panas dan basah Kenyamanan 3/5 - Dengan semakin sadarnya masyarakat perihal dampak fashion terhadap kerusakan alam, membuat para pelaku usaha berbondong-bondong membuat produk yang ramah lingkungan. Misalnya saja seperti brand fashion dunia Stella McCartney, Hermes, Gucci hingga Adidas, yang mengganti bahan baku kulit hewan asli yang dinilai berdampak buruk bagi lingkungan, dengan vegan leather pun kini mulai banyak digunakan para pelaku usaha fashion lainnya yang ingin ikut berkontribusi menyelamatkan lingkungan. Kendati demikian, sejumlah pihak mempertanyakan keabsahan dari vegan leather yang dinilai ramah lingkungan. Untuk diketahui bahan vegan leather tidak berasal dari hewan, namun meniru estetika serta nuansa kulit, sehingga menyerupai aslinya, seperti melansir dari PARAPUAN. "Awalnya ada di tahun 1800 kulit sintetis hadir di dalam majalah London, kala itu bahannya terbuat dari sayuran," tutur Joshua Katcher, fashion expert. Umumnya vegan leather terbuat dari dua polimer plastik, yakni polyurethane PU dan polyvinyl chloride PVC. Kedua bahan ini paling sering digunakan, karena memiliki finish wrinkled texture, sehingga menyerupai kulit asli. Selain itu, vegan leather juga sering dikombinasikan dengan sumber daya alam lainnya. Misalnya seperti daun nanas, kulit apel atau plastik daur ulang. Baca Juga Mau OOTD Pakai Jaket Kulit? 5 Gaya Artis Korea Ini Bisa jadi Inspirasi Apakah vegan leather bisa menyamai kualitas kulit asli? Meskipun menggunakan bahan buatan, dengan kecanggihan teknologi, popularitas serta kualitas vegan leather cukup baik. Tak jarang, kita kesulitan membedakan mana kulit asli atau vegan leather. "Kualitas kulit vegan kami lembut, bahkan ketika disentuh seperti kulit asli, terkadang orang salah menilai, jadi jelas tidak akan mengurangi kualitas," tutur Sandra Sandor, creative director Nanushka. Apakah vegan leather lebih ramah lingkungan? Ketika berbicara mengenai eco-friendly atau ramah lingkungan, tentunya produk tersebut harus bisa membuktikan bahwa ia tak akan merusak makhluk hidup maupun alam. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, vegan leather memiliki berbagai jenis bahan utama mulai dari plastik hingga dedaunan. Brand Nanushka buatan Sandor misalnya, memilih vegan leather dengan bahan utama polyurethane, yakni salah satu jenis plastik. Padahal, plastik merupakan penyebab utama kerusakan alam, karena bahan tersebut cukup sulit terurai. Baca Juga Lebih Ramah Lingkungan, Brand Jepang Ini Ganti Kulit Sintetis dengan Jamur dari Indonesia "Menciptakan produk klaim vegan leather bukan tanpa masalah lingkungan, ada alasan tertentu. Dampak lingkungan vegan leather yang dihasilkan jauh lebih rendah ketimbang memproduksi kulit asli," tutur Sandor. Hal tersebut dibenarkan oleh penelitian The Environmental Profit & Loss, bahwa produksi vegan leather dapat meminimalisir kerusakan alam lebih rendah daripada real leather. "Dalam pembuatan sebuah produk kulit asli biasanya menggunakan lahan peternakan serta emisi gas yang berasal dari rumah kaca," ujar Sandor. "Sektor ini memakan persil terbesar di dunia, baik ketika pengelolaan hingga pakan ternak," tambahnya. Sebagai contoh, peternakan di Brazil merupakan salah satu great driver of deforestation, berpotensi menyebabkan musnahnya keanekaragam hayati hingga perubahan iklim. Meskipun vegan leather dianggap lebih baik dibandingkan real leather, tetap saja, produk ini memiliki kekurangan yang juga berdampak bagi kerusakan lingkungan. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan plastik di dalamnya. Sebut saja, fashion item yang terbuat dari plastik dapat menimbulkan dampak serius bagi kerusakan alam. Baca Juga Benarkah Tren Thrift Shop dan Vintage Fashion Lebih Ramah Lingkungan? Benih plastik ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguraikan bahan kimia. "Diperkirakan 13 juta ton serat sintetis dialihkan ke laut setiap tahun," tutur Sandor. Sementara sustainable designer, Jourdan Norcose, memaparkan bahwa setiap perancang busana harus lebih waspada terhadap beberapa jenis vegan leather yang mengandung plastik. "Kulit vegan dengan benih plastik membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai, jadi sebenarnya lebih buruk dampaknya bagi bumi," ujar Jourdan. Solusinya, ketika membeli vegan leather, sebaiknya kamu tanyakan pada penjual mengenai bahan utama produk tersebut. Pasalnya, selain plastik, Kawan Puan masih bisa menerapkan gaya hidup melalui vegan leather dengan membeli produk klaim natural vegetable. "Produk kulit yang dikombinasikan dengan tanin sayuran dapat terutai secara alami, dan aman bagi lingkungan," tutur Maj-la Pizzelli, creative director ATP Atelier. Wah, ternyata vegan leather tidak semuanya ramah lingkungan ya, Kawan Puan. Maka, Kawan Puan bisa lebih memerhatikan bahan dari vegan leather, apakah dengan kandungan plastik atau tidak. * Baca Juga Solusi untuk Atasi Limbah Pakaian, Ini Bedanya Upcycle dan Recycle