PenjelaasanTentang Agama , Allah , Dan Yesus Sabtu, 06 April 2013. apakah anda belum percaya bahwa allah yg telah menciptakan anda.. hay orang orang berdosa ,, mari dan dengarlah ,,, dosa yng kalian punya yg begitu besar saja alla dapat mengampuni ,, jadilah yg baik agar anda tidak binasa .. lihatlah dan renunggkan ,, begitu banyak Supayapilihan manusia tidak keliru maka Allah SWT mengutus para rasul yang membawa wahyu sebagai petunjuk dan pasti hanya satu. Namun faktanya banyak agama dan kepercayaan yang berkembang dalam kehidupan manusia. Referensi: Nurdin,Ali.dkk. 2016. Pendidikan Agama Islam.Tanggerang Selatan: Penerbit Universitas Terbuka. 9.3 Kamujangan banyak tanya!" Respons tersebut nantinya akan berefek negatif pada anak dalam jangka panjang. Anak akan ragu atau tidak mau menceritakan persoalannya sendiri kepada orang tua, bahkan ketika ditanya. Misal anak bertanya, "Mah, kenapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda?" Biasanya pertanyaan ini ditanyakan anak usia balita. Adalahsuatu kesalahan apabila kita berpendapat bahwa Allah Swt menciptakan banyak agama, hanya karena kita melihat beragamnya agama yang ada didunia dewasa ini. Apalagi kita mengetahui bahwa agama yang ada sekarang ini memiliki sejarah akan keberadaannya baik tahun dan abad keberapa ia mulai muncul maupun latar belakang pembawanya. MenyembahAllah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam. Kita menyembah-Nya sebagai salah satu bentuk terimakasih dan syukur kepada-Nya, karena Allah telah menganugerahkan kepada kita banyak nikmat dan memberikan kita tuntunan agama yang sangat kita butuhkan. Wallahu a ' lam bishawab. FilsafatAgama. Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Oleh sebab itu, banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat Yangbener di sisi Allah adalah mereka yang berlaku secara Islam; yang menciptakan kedamaian di lingkungan sekitarnya, yang penuh kasih sayang, dan yang berserah diri kepada Tuhan." "Wah, sampeyan ini kok seolah-olah membenarkan, non-Islam pun bisa berpotensi bener di sisi Allah hanya jika perilakunya mencerminkan Islam." Kritik Misbah. Disini kita mendapatkan dasar dari munculnya "banyak agama." Banyak orang yang tidak mau percaya kepada Allah yang menuntut kebenaran dan moralitas, sehingga mereka menciptakan allah yang tidak menuntut hal-hal sedemikian. Banyak orang tidak percaya kepada Allah yang menyatakan mustahil bagi seseorang bisa masuk surga dengan caranya sendiri. YtZtC. Mengapa Ada Banyak Agama, Kenapa Tuhan Tidak Ciptakan Satu Agama Saja? Ini Penjelasan Prof. Quraish Shihab Perbedaan seringkali menimbulkan permasalahan. Perbedaan menjadi masalah bagi orang yang tidak siap menerima perbedaan. Padahal, perbedaan itu indah bila disikapi dengan bijaksana. Hidup menjadi beragam karena perbedaan. Bayangkan kalau semua manusia itu hanya laki-laki, tidak perempuan, ataupun sebaliknya. Pasti dunia monoton dan tidak seindah sekarang ini. Begitupun dengan perbedaan agama. Jangan jadikan perbedaan agama sebagai sumber permasalahan. Toh, kalau dipikir-pikir, yang membuat manusia itu berbeda-beda juga Allah Quraish Shihab mengatakan, kalau Tuhan menghendaki kita semua satu agama, Tuhan mampu melakukan itu. Tapi Tuhan tidak menghendaki kita semua memeluk agama yang sama, karena Dia ingin memberi manusia kebebasan memilih. Manusia diberi kemampuan untuk memilih sesuai dengan nurani dan pandangannya. Kalau Tuhan mau menjadikan semua manusia sama, tentu manusia dari awal tidak akan diberi kemampuan untuk memilih dan memilah sesuatu yang beragam.“Karena kita meyakini itu kehendak Tuhan, dan Tuhan enggan memaksa orang menganut agama tertentu, maka kita juga harus bersikap toleran kepada orang-orang itu, silahkan kamu menganut agamamu, aku menganut agamaku, mari kita hidup damai, bekerjasama dalam kebaikan” Jelas Prof. Quraish Shihab dalam program Hidup Bersama al-Qur’ tidak bisa dipaksakan. Al-Qur’an sendiri mengatakan tidak ada paksaan dalam beragama. Kita tidak boleh memaksakan suatu keyakinan kepada orang lain. Kita pun juga tidak mau dipaksa orang lain untuk memeluk keyakinan mereka. Adanya perbedaan agama ini jangan diambil pusing. Dinikmati saja dengan sama-sama menghargai. Jangan saling curiga. Kita harus bekerjasama dalam banyak persoalan di dunia ini yang harus dibereskan. Masalah ini tidak hanya menjadi tanggung-jawab satu agama. Seluruh agama berkewajiban untuk menyelesaikan problem kemanusiaan. Karena masing-masing agama pasti mengajarkan kebaikan dan bagaimana menjalankan kehidupan di dunia ini dengan cara yang baik.*Selengkapnya tonton video berikut ini Pertanyaan JawabanKeberadaan begitu banyak agama di dunia ini dan klaim bahwa semua agama menuntun kepada Allah jelas-jelas membingungkan banyak orang, yang dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran tentang Allah. Biasanya mereka merasa putus asa terhadap kemungkinan apakah mereka dapat mendapatkan kebenaran yang mutlak mengenai topik itu. Akhirnya, mereka memeluk klaim universalis bahwa semua agama menuntun kepada Allah. Apalagi, kaum skeptik juga memakai fakta adanya begitu banyak agama sebagai bukti bahwa manusia tidak dapat mengenal Allah; atau Dia sama sekali tidak ada. Roma 119-21 mengandung penjelasan Alkitab mengenai mengapa ada begitu banyak agama. Kebenaran Allah dilihat dan dikenal oleh setiap manusia karena Allah membuatnya demikian. Bukannya menerima kebenaran mengenai Allah dan tunduk kepadanya, kebanyakan manusia menolaknya dan memakai cara sendiri untuk memahami Allah. Namun ini bukannya menuntun kepada pencerahan mengenai Allah, namun kepada kesia-siaan pikiran. Di sini kita mendapatkan dasar dari munculnya "banyak agama.” Banyak orang yang tidak mau percaya kepada Allah yang menuntut kebenaran dan moralitas, sehingga mereka menciptakan allah yang tidak menuntut hal-hal sedemikian. Banyak orang tidak percaya kepada Allah yang menyatakan mustahil bagi seseorang bisa masuk surga dengan caranya sendiri. Jadi, mereka menciptakan allah yang menerima orang masuk ke surga kalau orang itu sudah menyelesaikan langkah-langkah tertentu, mengikuti peraturan-peraturan tertentu, dan/atau menaati hukum-hukum tertentu. Banyak orang tidak menginginkan hubungan dengan Allah yang berdaulat dan Mahakuasa. Jadi, mereka membayangkan allah lebih sebagai kekuatan mistis dan bukannya penguasa yang memiliki kepribadian dan kedaulatan. Keberadaan begitu banyak agama bukanlah bantahan terhadap keberadaan Allah. Ataupun dijadikan dalih bahwa kebenaran mengenai Allah itu kurang jelas. Sebaliknya, adanya begitu banyak agama menjadi bukti pernyataan penolakan umat manusia terhadap Allah yang esa dan sejati. Umat manusia telah menggantikan Dia dengan allah-allah yang lebih sesuai dengan selera mereka. Ini adalah usaha yang berbahaya. Keinginan untuk menciptakan allah sesuai selera kita sendiri, yang bersumber dari natur dosa dalam diri kita – pada akhirnya hanya akan “menuai kebinasaan" Galatia 67-8. Apakah semua agama menuntun kepada Allah? Sebetulnya ya. Semuanya menuntun kepada penghakiman-Nya dengan satu kekecualian. Hanya satu – kekristenan – menuntun kepada pengampunan-Nya dan hidup kekal. Tanpa mempedulikan agama apa yang dianut oleh seseorang, setiap orang akan menghadap Allah setelah mati Ibrani 927. Semua agama memang menuntun kepada Allah, namun hanya satu agama yang akan menghasilkan pengampunan dari Allah, karena hanya melalui keselamatan melalui iman di dalam Yesus Kristus barulah seseorang dapat menghampiri Dia dengan penuh keyakinan. Keputusan untuk menerima kebenaran mengenai Allah itu penting karena satu alasan kekekalan itu akan lama sekali kalau sampai salah. Itu sebabnya, pemikiran yang benar mengenai Allah begitu penting. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Mengapa ada begitu banyak agama? Apakah semua agama menuntun kepada Allah? TIDAKLAH Allah menciptakan segala sesuatunya itu sia-sia melainkan pasti ada hikmahnya. Termasuk dalam penciptaan setan. Banyak di antara kita yang berpikir, mengapa Allah harus menciptakan setan? Ternyata inilah alasan di balik penciptaan setan. 1 Tidak Ada Ciptaan Allah yang Buruk Tidak ada satu pun ciptaan Allah di dunia ini yang buruk. Termasuk setan. Setan Pada awalnya setan adalah ciptaan Allah yang indah sama seperti ciptaan lainnya. Ia rajin beribadah selama ribuan tahun, akan tetapi setelah terciptanya Adam, ia tampak sombong dan berpaling. Karena itulah ia pun menjadi makhluk terkutuk karena perbuatannya bukan asal penciptaannya. Sesuai dengan sabda Imam Ali As “Setan selama enam ribu tahun telah beribadah kepada Allah Swt dan tidak diketahui apakah dengan hitungan tahun dunia ataukah tahun akhirat sehari akhirat sama dengan seribu tahun dunia”. 2 Allah Menciptakan Jin dan Manusia untuk Beribadah Penciptaan manusia dan jin bertujuan untuk selalu beribadah dan taat kepada Allah Ta’ala. Ini sesuai dengan firman Allah, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” Adz-Dzariyat 56. Dalam proses melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah, di saat itulah setan beraksi untuk menggodanya. Manusia dan seluruh makhluk yang diberi kemampuan untuk taat dan kemampuan untuk berbuat maksiat terhadap Allah SWT. Di sinilah setan dan iblis mulai beraksi dengan mengajak manusia mengerjakan suatu hal yan dilarang agama. 3 Setan Diberi Kemampuan Mengajak Alasan ketiga di balik penciptaan setan adalah untuk mengajak manusia berbuat kemaksiatan. Setelah setan melanggar perintah Allah karena rasa irinya kepada Nabi Adam. Maka Allah memberinya kemampuan untuk mengajak manusia bukan memaksanya. Mereka yang tertipu dengan rayuan setan, maka akan ikut bersamanya. Akan tetapi, Allah telah menurunkan para nabi untuk memberikan fitrah kepada manusia agar mencari kebenaran dan memberi akal sehat untuk ingat bahwa setan adalah musuh manusia. Adanya setan sebagai penggoda merupakan keniscayaan yang diakibatkan oleh kehendak Allah SWT dalam menguji manusia. Sekarang tergantung kepada individunya itu sendiri, mau ikut ajaran Nabi dan Rasul atau malah justru terjerumus dengan bujuk rayu setan. Dengan adanya setan tersebut, maka manusia akan lebih berjuang dalam menghadapi musuh Allah dan musuh manusia tersebut. Sehingga ia akan meraih kedudukan yang lebih tinggi di sisi Allah SWT. Dengan adanya setan, maka akan membuat manusia semakin bergantung kepada Allah dengan memanjatkan permohonan perlindungan kepada-Nya sehingga akan memperoleh pahala dari Allah. Keberadaan setan akan membuat manusia yang beriman menjadi takut untuk berbuat dosa dan mendapat murka dari Allah. []