BELITUNG, KOMPAS.com - Pemerintah pusat mencabut status bandara internasional Hanandjoeddin, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung dan menggantinya sebagai bandara domestik biasa. Setelah berjalan beberapa tahun, pemerintah daerah berharap Bandara Hanandjoeddin kembali berstatus sebagai bandara internasional.
Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin Bandar Udara ini telah melayani penerbangan domestik dan internasional dari Belitung menuju Jakarta, Pangkal Pinang, Kuala Lumpur, Singapura, Bandar Lampung dan Palembang. mengingat Belitung sebagai destinasi wisata baru, Bandara ini semakin membenahi infrastruktur dan pelayanannya.
Padahal tujuannya mau ke Belitung, yang punya Bandara HAS Hanandjoeddin International Airport di Tanjungpandan. Ternyata Bangka dan Belitung dua daerah yang berada di dua pulau yang terpisah cukup jauh. Jika menggunakan jalur laut perlu waktu sekitar 7 jam. Apa boleh buat, karena tujuannya ke Tanjungpandan mau tak mau harus menyambung lagi
Nama bandara ini diambil dari nama tokoh militer H.A.S. Hanandjoeddin (5 Agustus 1910 - 5 Februari 1995). Status sebagai bandara internasional ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Indonesia sejak Januari 2017 sebagai bagian dari promosi pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
UduH.