Lahini suami kurang ajar", ujar Buya Yahya seperti dilihat kanal YouTube Al Bahjah TV, 8 September 2021. Padahal kata Buya, Nabi pun berkata bahwa memberi nafkah kepada istri itu jauh lebih besar pahalanya daripada kita meletakan harta itu perang di jalan Allah. Adapun bunyi dari keterangan Rasulullah SAW itu adalah:.
POLAKOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI BEDA BUDAYA DI MAKASSAR HADAWIAH UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR harus menikahi keluarganya juga, bukan cuma anaknya saja. Orang tua masih menggunakan metode ini adalah karena penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan proses daripada hasil. Hal ini disebabkan oleh
Percintaandengan adik istri. 17.01 Seks Umum. Saya, Andry (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pria berumur 35 tahun dan telah berkeluarga, istri saya seumur dengan saya dan kami telah dikarunia 2 orang putra. Istri saya adalah anak ke 2 dari empat saudara yang kebetulan semuanya wanita dan semuanya telah menikah serta dikarunia putra-putri
Fenomenagaji istri lebih besar daripada suami masih banyak ditemukan di sekitar kita. Pertanyaannya: Apa yang harus dilakukan dalam kondisi tersebut? Menurut penelitian yang dilakukan Biro Sensus AS pada 2018 lalu, jumlah wanita yang menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga terus meningkat. Dalam satu dari empat pasangan yang menikah, wanita
Disini, mengawal isteri bukanlah bermaksud mengawalnya sebagai hamba tetapi mengawal isteri itu daripada melakukan perkara-perkara yang ditegah oleh Islam. Jika sesorang lelaki itu mengahwini lebih daripada seorang isteri, bermakna suami itu perlulah bersikap adil terhadap semua isterinya.
Hendaklahseorang isteri mengetahui bahwa hak suami harus lebih diutamakan dari semua hak kerabat/ keluarganya. Polyandry ini ialah isteri yang mempunyai lebih daripada satu suami. Ini berlaku pada suku-suku kaum yang mundur, misalnya kaum asli atau Aborigin. Kita akan jadi orang yang lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri.
Olehkarena itu peran dan fungsi masing-masing dalam keluarga sangat penting dan menjadi alasan kenapa menikah itu tidak semudah yang dibayangkan. 6. Menikah itu nggak perlu terburu-buru karena faktor umur dan desakan banyak orang. Nikah bukan perlombaan via https://pandanganseseorang.wordpress.com.
Poligamiadalah halal, zina adalah haram. Suami akan bebas mencari seberapa ramai perempuan untuk dizinai dan suami akan mencapai kepuasan seks di luar rumah lebih daripada apa yang diberi oleh isterinya. Dan ini akan lebih menjejaskan kasih suami pada isterinya. Cinta nafsu suami habis terlepas di luar.
VaZk. Ditulis oleh Siti NuryatiHubungan kuat yang terjalin antara suami dengan orang tua atau saudaranya adalah hal yang wajar. Karena orang tua lah yang membesarkannya dan ia juga juga tumbuh bersama saudara-saudaranya. Menjadi tidak wajar apabila suami lebih mendahulukan kepentingan keluarganya dibandingkan dengan istrinya. Terkadang suami tidak sadar bahwa prioritasnya telah berubah setelah menikah dan membangun rumah tangga. Anda lah sebagai seorang istri yang harus memberitahu dan menyikapi dengan sabar. Karena sejatinya sebagai seorang anak, sampai kapan pun harus tetap berbakti kepada orang tuanya. Setelah menikah, peran suami sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya harus tetap didahulukan. Bukan berarti orang tua dan keluarga suami tidak penting, namun ada batasan tertentu yang tetap harus dijaga oleh kedua belah pihak baik pihak istri maupun pihak keluarga suami. Sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, Anda harus mengetahui bagaimana cara menghadapi suami yang lebih mementingkan saudaranya dibandingkan dengan Anda sebagai istrinya. Nah, kali ini kami berikan ulasannya. Yuk simak bersama. 1. Komunikasikan dengan Suami Komunikasi memiliki peran sangat penting dalam membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan berkomunikasi pasangan cenderung menjadi lebih pengertian dan menghargai satu sama lain. Apabila ada satu hal yang tidak Anda sukai, maka sudah seharusnya Anda berterus terang kepada suami. Berbicaralah secara terbuka mengenai perasaan Anda. Jika memang Anda merasa suami lebih mementingkan keluarga atau saudaranya, ungkapkan padanya. Tidak menutup kemungkinan ia bisa sedikit berubah. 2. Hindari Konflik dengan Saudaranya Saat Anda menikah dengan pasangan, bukan hanya ia yang Anda nikahi. Namun Anda juga harus menjalin hubungan baik dengan keluarga suami dengan menganggap mereka sebagai keluarga Anda sendiri. Walaupun mungkin ada perasaan tidak suka atau kesal, yang paling harus Anda hindari adalah konflik. Sadarilah bahwa suami dan keluarganya adalah bagian dari kehidupan Anda dalam fase pernikahan. Sampai kapanpun suami akan tetap membutuhkan keluarganya sebagai support system di dalam kehidupannya. Yang Anda perlukan hanya kemauan untuk menjadi bagian dari keluarganya dan menempatkan diri sebagai anggota keluarganya. 3. Tidak Tinggal Satu Atap * sumber Setelah menikah, memang disarankan bagi pasangan suami istri untuk tinggal terpisah dari keluarganya. Hal ini ditujukan agar keduanya, baik istri atau suami menjadi lebih mandiri. Mereka bisa belajar bagaimana menjadi suami dan istri yang baik tanpa adanya campur tangan keluarga. Tinggal terpisah dari mertua atau keluarga suami juga merupakan salah satu upaya menghindari konflik. Karena ketika tinggal bersama mertua, Anda sebagai istri akan merasa selalu diawasi olehnya. Tak sedikit pula mertua yang ikut andil dalam pengambilan keputusan dalam rumah tangga anaknya. 4. Beri Perhatian Lebih * sumber Mungkin ada suatu alasan kenapa suami lebih mementingkan saudaranya dibandingkan dengan Anda sebagai istrinya. Bisa jadi ia kurang mendapatkan perhatian Anda, karena kesibukan Anda dalam pekerjaan atau perhatian Anda yang hanya terfokus pada anak-anak. Cobalah untuk memberi perhatian lebih kepada suami. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa membuat hatinya senang. Dengan harapan ia akan menyadari bahwa selain keluarganya, ia juga memiliki seorang istri yang harus menjadi prioritasnya. 5. Beri Suami Waktu Bersama Keluarganya * sumber Sejatinya tidak ada suami yang suka dengan istri yang terlalu banyak menuntut. Waktu yang ia miliki bukan sepenuhnya milik istrinya. Suami juga harus meluangkan waktu dan pikirannya untuk pekerjaan, teman-teman, dan keluarganya. Jangan hanya karena suami lebih perhatian terhadap keluarga atau saudara-saudaranya, lalu Anda melarang suami bertemu mereka. Cobalah bagi waktu kapan suami harus dirumah menemani Anda dan kapan suami bisa berkunjung ke rumah orang tua atau saudaranya. Jika Anda terlalu memaksakan kehendak, suami justru akan lebih sering menghabiskan waktu dengan mereka. 6. Hindari Emosi * sumber
Apakah Moms pernah merasa suami lebih mementingkan keluarganya dibandingkan dengan istrinya? Lalu, sebenarnya bagaimana menyikapi suami yang lebih mementingkan keluarganya dibandingkan dengan istrinya? Yuk simak penjelasan dibawah ini, Moms! Hubungan yang terjalin antara suami dengan kedua orang tua atau saudaranya merupakan hal yang wajar. Hal ini karena, orang tua yang telah membesarkannya, dan tentu ia juga juga tumbuh dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, hal ini menjadi tidak wajar jika suami mementingkan keluarganya dibandingkan istri. Tak jarang, suami tidak menyadari bahwa prioritasnya telah berubah setelah menikah dan membangun rumah tangga. Peran suami sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya harus tetap didahulukan setelah menikah. Akan tetapi, bukan berarti orang tua dan keluarga suami tidak penting, namun terdapat tertentu yang tetap harus dijaga oleh kedua belah pihak, baik pihak istri maupun pihak keluarga suami. Bentuk Tanggung Jawab Suami Sebelum membahas bagaimana menyikapi suami yang mementingkan keluarganya, berikut beberapa bentuk tanggung jawab suami yang “umum” di Indonesia, antara lain Menafkahi Keluarga Ini merupakan sebuah hal yang umum bahwa seorang suami bertanggung jawab memberikan nafkah kepada keluarga. Bahkan apabila sang istri bisa mencari nafkah sendiri, seorang suami tetap diwajibkan untuk menafkahi istri dan keluarga semampunya. Nafkah pada keluarga tidak harus dalam jumlah yang besar. Yang terpenting yaitu mencukupi kebutuhan harian istri serta anak. Persoalan mengenai nafkah inilah yang menjadi salah satu dari sekian alasan yang mengakibatkan mengapa suami dianggap pemimpin di rumah tangga. Menyediakan Tempat Tinggal Sebagai seorang suami, tanggung jawab tidak hanya sebatas memberikan nafkah. Apabila dijelaskan satu per satu, tanggung jawab terhadap keluarga tidaklah sedikit. Menyediakan tempat tinggal bagi keluarga adalah bentuk tanggung jawab terhadap keluarga yang perlu suami lakukan. Lalu, bagaimana dengan suami yang belum mampu menyiapkan tempat tinggal untuk istri dan anaknya? Suami dapat mengontrak rumah sesuai dengan kemampuannya. Hal ini karena harga rumah saat ini sangat berbeda dengan harga rumah zaman dahulu. Memberikan Proteksi Proteksi atau keamanan merupakan nikmat yang besar yang harus disyukuri. Tanpa adanya keamanan, banyak hal yang bisa terabaikan. Pendidikan juga tidak dapat terselenggara tanpa adanya keamanan. Seorang suami harus dapat memberikan keamanan pada istri dan anaknya. Keamanan ini dapat dalam bentuk penjagaan terhadap martabat istrinya. Umumnya, seorang wanita yang mempunyai suami tidak akan diganggu oleh orang lain. Meskipun suaminya tidak melakukan apa-apa. Akan tetapi, pada saat seorang wanita berstatus janda, maka banyak sekali gangguan yang dialami. Seperti gunjingan dari sesama wanita bahkan gangguan dari lelaki tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang kadang tidak disadari oleh seorang istri bahwa statusnya yang mempunyai suami itu sangat penting dan memberikan keamanan. Mendidik Anggota Keluarga Walaupun seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya, seorang suami lah yang tetap menjadi penanggung jawab atas pendidikan istri dan anaknya. Sehingga tidak benar apabila pendidikan anak hanya dibebankan pada seorang istri. Suami juga mempunyai peran yang besar untuk menentukan pendidikan anak-anak. Berbuat Baik Pada Keluarga Sudah merupakan sebuah kewajiban bagi seorang suami untuk berbuat baik pada keluarganya, hal ini karena merekalah orang yang paling dekat kekerabatannya. Inilah mengapa apabila Moms ingin mengetahui sifat asli seseorang, maka Moms bisa bertanya atau melihat sendiri bagaimana seseorang itu berperilaku terhadap keluarganya. Hal ini karena keluarga merupakan orang yang paling dekat dan sering dijumpai. Bagaimana Sebaiknya Menyikapi Suami yang Mementingkan Keluarganya? Komunikasikan Bersama Suami yang Mementingkan Keluarganya Komunikasi mempunyai peran penting dalam membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Sebagai seorang istri, Moms dapat berbicara secara terbuka mengenai perasaannya mengenai ketimpangan yang dirasakan dengan cara yang lembut dan tidak menyakiti. Hal ini tidak menutup kemungkinan suami bisa sedikit berubah. Hindari Konflik dengan Saudara Suami Perlu Moms sadari bahwa suami dan keluarganya merupakan bagian dari kehidupan istri dalam fase pernikahan. Sampai kapanpun suami akan tetap memerlukan keluarganya. Yang perlu Moms butuhkan hanya kemauan untuk menjadi bagian dari keluarganya dan menempatkan diri sebagai anggota keluarganya dengan cara yang baik. Tidak Tinggal Pada Satu Atap Setelah menikah, banyak yang menyarankan bahwa pasangan suami istri untuk tinggal terpisah dari keluarganya. Hal ini bertujuan untuk keduanya menjadi lebih mandiri. Tinggal terpisah adalah salah satu bentuk menghindari konflik yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Berikan Perhatian Lebih Jika Suami Mementingkan Keluarganya Mungkin terdapat suatu alasan mengapa suami lebih mementingkan keluarganya dibandingkan dengan istri. Untuk mengatasi hal tersebut, Moms bisa mencoba untuk memberi perhatian lebih kepada suami. Harapannya, suami dapat menyadari bahwa selain keluarganya, ia juga mempunyai istri yang harus menjadi prioritasnya. Hindari Bersikap Emosional Apabila suami mementingkan keluarganya, penting bagi seorang istri untuk tetap menghormati keluarga dan saudara-saudara dari suami. Sebaiknya hindari bersikap emosional dalam keadaan apapun. Jangan marah jika suami telah menunjukkan tanda-tanda bahwa perhatiannya lebih banyak dihabiskan untuk keluarganya, dan penting juga bagi Moms untuk tetap tenang. Berikan Suami Waktu Bersama Keluarganya Pasalnya, tidak ada suami yang suka dengan istri yang terlalu banyak menuntut. Waktu yang ia punya bukan sepenuhnya milik istrinya. Suami juga perlu meluangkan waktu dan pikirannya untuk pekerjaan, teman-teman, dan keluarganya. Seorang istri harus memahami hal tersebut. Tidak Perlu Merasa Tersaingi Karena hukum suami lebih mementingkan keluarganya dibandingkan dengan istrinya adalah boleh, seorang istri tidak seharusnya menganggap keluarga suami sebagai saingan. Moms dapat mencari tahu bagaimana cara yang tepat untuk menempatkan diri di tengah keluarganya. Hal ini merupakan salah satu cara menjaga keharmonisan dalam berumah tangga. Jangan Membenci Apabila Suami Mementingkan Keluarganya Tidak hanya menimbulkan konflik, memperlihatkan sikap kebencian juga bukan perilaku yang baik khususnya kepada mertua. Membenci hanya akan membuat masalah menjadi panjang dan menciptakan konflik baru. Sebaiknya Moms berusaha untuk selalu bersikap baik dan hormat kepada mertua dan juga keluarganya. Berikan Pengertian Banyak suami mungkin mengerti prioritas setelah berumah tangga. Akan tetapi apabila tidak, berilah pengertian. Beri pengertian bahwa sebagai anak laki-laki, suami memang sebaiknya selalu berbakti dan membantu keluarga. Akan tetapi, ingatkan pula bahwa ada istri yang juga harus dipentingkan kebutuhannya. Sabar Jika Suami Mementingkan Keluarganya Sabar merupakan akar penyelesaian dari semua masalah rumah tangga. Dengan bersabar, hati dan pikiran akan menjadi tenang sehingga dapat berpikir jernih dan tidak mudah tersulut emosi. Perlu Moms yakini bahwa akan ada suatu hal yang membuatnya berubah menjadi suami yang lebih baik. Itulah beberapa cara menyikapi suami yang mementingkan keluarganya. Semoga bermanfaat ya! Baca Juga Suami Berbohong Kepada Istri, Apa Penyebab dan Cara Menghadapinya? Momslyfe tidak mempunyai wewenang untuk menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Untuk konsultasi medis disarankan agar Moms mengunjungi dokter atau tenaga medis terdekat.
Sebagai seorang istri, tentunya kamu ingin diutamakan oleh suamimu dalam berbagai macam hal. Namun, terkadang ada saja yang membuat suamimu justru lebih mengutamakan teman-temannya. Untuk menyentil suami yang lebih mementingkan teman daripada istri itu, kirimkan saja kata-kata sindiran yang kami siapkan di artikel memutuskan untuk berumah tangga, kamu dan suamimu seharusnya mengetahui apa yang menjadi prioritas utama. Namun, kalau suami lebih mementingkan teman-temannya daripada istri, tak ada salahnya kamu kirimkan kata-kata sindiran yang menyentil untuk mengirimkan kutipan tersebut, harapannya adalah agar ia dapat tersadar bahwa ia bukan lagi seorang bujangan. Jika ia tak mengubah perilakunya tersebut, bisa-bisa kehidupan rumah tangga kalian hanya akan dipenuhi oleh mengetahui apa saja kata-kata yang bisa dikirimkan untuk suami yang mementingkan teman daripada istri? Langsung saja simak ulasan yang telah kami siapkan di artikel ini!1. Pentingnya Keharmonisan Keluarga Urusan dengan teman, rekan kerja atau partner bisnis memang penting, namun adakah yang lebih penting daripada menjaga keharmonisan keluarga? Sikapmu terlalu berlebihan dalam mementingkan teman sehingga lupa bahwa kau memiliki istri dan anak yang perlu diperhatikan. Kata-kata yang satu ini cocok dijadikan sebagai sindiran untuk suami yang mementingkan teman daripada istri dan anak-anaknya. Tidakkah ia ingat bahwa ia kini telah memiliki keluarga yang harus dijaga keharmonisan dan kelanggengannya? 2. Mana yang Lebih Berarti Teman memang menjadikan kita lebih berarti dan merupakan tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Tapi tak bisakah mementingkan istrimu juga yang juga membutuhkan tempat bersandar. Keberadaan seorang teman dalam hidup seseorang itu memang penting, tapi bukan berarti seseorang sampai harus mengorbankan keluarganya. Karena bagaimanapun juga, keluarganya tentu juga membutuhkan keberadaannya di rumah. 3. Yang Akan Setia Menemani Hargailah istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu. Dahulukan istri daripada rekanmu karena ialah yang paling setia menemanimu di kala senang maupun susah. Sedang mencari caption yang bisa dijadikan sebagai pengingat untuk suami yang mementingkan teman daripada istri? Coba gunakan kutipan yang satu ini. Ingatkan bahwa ketika ia tengah dalam keadaan susah atau senang, kamulah yang selalu setia mendampinginya. 4. Bukan Hanya Barang Perhatian ke istri tidak hanya membelanjakan sesuatu yang disukainya. Tapi mencium ketika hendak pergi, memuji tentang keindahan istri dan tersenyum ketika berjumpa dengannya juga merupakan perhatian-perhatian yang seringkali dilupakan. Apakah suamimu adalah tipe pria yang mengira kalau ia bisa bebas menghabiskan waktu dengan temannya selama sudah memberimu hadiah? Padahal, selama ini yang kamu inginkan bukanlah harta, melainkan perhatian yang sepenuhnya. 5. Harus Berbagi Hidup itu harus saling berbagi, jangan egois dan maunya menang sendiri. Setelah memutuskan untuk menjalin rumah tangga, seharusnya kamu dan suamimu mulai saling berbagi. Memikirkan apa yang harus dilakukan berdua demi kelanggengan hubungan kalian. Bukannya seperti quote untuk suami yang satu ini, di mana ia lebih mementingkan teman daripada istri yang menantinya di rumah. Baca juga Kata Kata Ketenangan Hati dan Pikiran untuk Kamu yang Terlalu Keras Pada Diri Sendiri 6. Bukan Mahalnya Bantal Seberapa mahal harga sebuah bantal, tidak akan menggantikan tenang dan nyaman bahu seorang suami. Percuma memiliki barang-barang mahal yang dibeli demi membuatmu merasa nyaman. Karena bagaimanapun juga, tentu saja ketenangan dan kebahagiaan seorang istri itu akan lebih terasa jika ada suami yang selalu siaga. 7. Harus Mengalah Ada beberapa hal yang membuatmu harus mengalah, jangan keras kepala dan egois. Seperti yang disebutkan dalam quotes untuk suami yang mementingkan teman daripada istri sebelumnya, dalam hubungan rumah tangga itu diperlukan saling perhatian dan pengertian. Kalau perlu, kalian berdua harus mengalah pada hal-hal tertentu, seperti mengurangi waktu bersama teman-temannya. 8. Tidak Didengarkan Aku benci perasaan ketika aku berbicara dengan seseorang dan kemudian mengetahui jika ia tidak mendengarkan. Ketika sudah berhasil membuat suamimu tak lagi pergi dengan teman-temannya, kamu mungkin sudah mulai merasa lega. Namun, siapa sangka kalau ternyata selama berada di rumah, pikirannya masih saja terhubung dengan teman-temannya melalui gawai. Siapa yang tidak kesal kalau begitu? 9. Sudah Kuluangkan Waktu Bagian menyedihkan dari kenyataan ini adalah bahwa bahkan ketika aku mencoba meluangkan waktu hanya untukmu, kamu melupakan aku. Berdasarkan kutipan untuk suami ini, bagian tersedih dari pasangan yang mementingkan teman daripada istri itu bukanlah ketika kamu tidak diperhatikan. Yang paling menyedihkannya adalah ketika kamu sudah mencoba meluangkan waktu untuknya, tapi ia tak memberikan waktu yang sama untukmu. 10. Merasa Sendirian Hal terburuk dalam hidup ini adalah bersama orang-orang yang membuatmu merasa seolah-olah kamu sendirian. Karena suamimu lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya, tentu kamu jadi merasa kesepian di rumah. Padahal kalian sudah diikat oleh ikatan pernikahan yang penuh janji menjalani kehidupan sehidup dan semati. Tapi kenapa rasanya hanya kamu sendiri yang menjalaninya? Baca juga Kata-Kata Sindiran buat Istri Egois Sebagai Ungkapan Kekesalan 11. Siaga Suami siaga adalah yang siap antar ke mana-mana tanpa kata “nanti”, “sebentar” , atau “besok saja”. Setiap wanita pasti ingin memiliki pasangan siaga yang siap mengantar dan menjaga istrinya, begitu pula denganmu. Namun, kalau suamimu justru memilih untuk sibuk dengan temannya daripada mengurusmu, langsung saja kirimkan kata-kata untuk suami yang mementingkan teman daripada istri ini. 12. Merasa Iri Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua teman-teman yang bisa bersenang-senang bersamamu. Setelah menikah, kamu tentu berharap bisa semakin sering berduaan dan bersenang-senang dengan suamimu. Namun, apa daya rupanya ia justru lebih sering berpergian dengan temannya tanpa mengajakmu. Kamu pun hanya bisa menahan rasa iri dan cemburu di dalam dada. 13. Tak Terus Muda Jangan terlalu sibuk dengan teman-temanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka. Kutipan yang satu ini bisa dijadikan sebagai sindiran untuk suami egois yang lebih mementingkan teman daripada istri. Ingatkan bahwa ia sudah memiliki anak-anak yang membutuhkan figur seorang ayah. Jangan sampai ia melewatkan masa kecil buah hati kalian yang berharga itu. 14. Jangan Sibuk Sendiri Suamiku, jangan jadikan kesibukanmu membuat kau melupakan istrimu yang menginginkan perhatianmu. Istri mana yang tidak menginginkan perhatian dari suaminya? Kamu pun tentu juga ingin menjadi satu-satunya yang diperhatikan oleh suamimu. Sayangnya, ia justru sibuk sendiri dengan teman-temannya seolah lupa sudah memiliki istri yang menantinya di rumah. 15. Tempat Bersandar Ketika aku bersandar di pundakmu, rasanya lebih nyaman dari suasana rumah. Engkau rumahku. Tapi sayang tempat bersandarku sedang jauh di sana. Cepatlah kembali, aku ingin bersandar lagi. Rasa sayang pada suami terkadang membuatmu merasa nyaman dan aman ketika ia berada di dekatmu. Karena terlalu sibuk bersama sahabatnya, kamu pun mulai kehilangan rasa nyaman itu. Kalau mencari sindiran untuk suami yang lebih mementingkan teman daripada istri itu, langsung saja kirimkan kata-kata yang satu ini. Baca juga Kata-Kata Sindiran buat Menyentil Orang yang Sok Benar dan Sok Bijak 16. Makna Senyum Ada dua arti ketika seseorang itu tersenyum, pertama tanda dia bahagia yang sesungguhnya. Kedua bisa jadi dia sebenarnya kecewa dan hancur namun senyumnya hanya sebuah pemanis saja. Banyak orang mungkin yang mengira kalau senyuman adalah tanda kebahagiaan. Padahal, seperti quotes mutiara untuk suami yang mementingkan teman dan menyakiti hati istri ini, terkadang senyum itu diperlihatkan untuk menutupi luka di dalam hati. Khususnya senyum para istri pada sang suami yang lebih memilih menghabiskan waktu bersama sahabatnya. 17. Jangan Menguji Kesabaran Aku memang sering bersabar, namun alangkah baiknya jika kamu tidak menguji kesabaranku. Selama ini mungkin kamu diam saja setiap kali suamimu memilih untuk pergi bersama teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah. Namun, diammu itu bukan berarti mengizinkannya pergi. Karena bagaimanapun juga, kesabaranmu itu ada batasnya. 18. Tidak Egois Suami yang baik itu tidak egois. Ada berbagai kriteria seorang suami yang baik. Salah satunya dijelaskan kutipan singkat yang satu ini, yaitu tidak egois. Termasuk di dalamnya adalah tidak mengutamakan kebersamaan bersama sahabat dibandingkan istrinya. 19. Tidak Marah Aku tidak marah ketika kamu berbohong. Tapi aku kesal pada diriku sendiri karena tidak lagi bisa mempercayaimu. Karena terlalu sering kamu protes perihal pergi bersama teman-temannya, ada kemungkinan lama kelamaan suamimu itu membohongimu. Berkata tidak pergi bersama sahabatnya, tapi nyatanya tetap saja mereka nongkrong bersama. Sebagai sindiran, kirimkan saja kata-kata untuk suami pembohong yang mementingkan teman daripada istri ini. 20. Saling Menghargai Betapa indahnya kalau kita saling menghargai dan mengerti. Jangan saling egois dan nggak peduli. Hubungan rumah tanggamu dan pasangan tidak akan berjalan jika masih ada yang egois. Sepatutnya, kalian saling memahami dan menyayangi demi mencapai masa depan yang lebih indah. Tidak lucu, kan, kalau akhirnya pernikahanmu berakhir karena keegoisan suamimu? Baca juga Kata-Kata Selamat Malam Lucu yang Bisa Diberikan buat Orang-Orang Terdekat 21. Berkorban Hidup tanpa pengorbanan adalah hidup yang egois dan tidak akan menghasilkan buah yang baik. Eleksio Pattiasina Untuk mewujudkan masa depan rumah tangga yang lebih indah, kamu dan suami harus mengorbankan sesuatu yang bisa membawa kebaikan untuk kalian berdua. Meskipun tidak disebutkan dalam caption bijak untuk suami yang mementingkan teman dan tidak menghargai istri ini, tapi tentu saja kamu berharap suamimu mengorbankan hubungannya dengan teman-temannya. 22. Kata Paling Menyedihkan Seandainya. Itu kata paling menyedihkan di dunia ini. Mercedes Lacke Apakah kata yang paling menyedihkan di dunia ini? Berdasarkan kata-kata sindiran untuk suami yang tidak bertanggung jawab dan mementingkan teman daripada istri ini, jawabannya adalah seandainya. Seandainya saja suamimu lebih bertanggung jawab, seandainya saja suamimu lebih mengutamakanmu, rumah tanggamu pasti lebih bahagia. 23. Di Balik Pria Hebat Di belakang setiap pria hebat terdapat wanita yang tengah memutar matanya. Jim Carrey Kamu mungkin pernah mendengar pujian untuk suamimu yang diucapkan oleh sahabat-sahabatnya. Tentang kehebatan dan kebaikannya yang membuatmu beruntung memiliki suami sepertinya. Padahal, di belakang layar kamu lebih sering merasa kesal karena suamimu lebih memilih nongkrong bersama teman-temannya dibandingkan memikirkan masa depannya bersamamu. 24. Pasti Membenci Jika aku memperlakukanmu seperti halnya kamu memperlakukanku, kamu pasti akan membenciku. Apakah suamimu pernah menyatakan ketidaksukaannya ketika kamu pergi bersama sahabatmu? Padahal dia sendiri sering pergi bersama teman-temannya sesuka hati. Jika iya, coba ungkapkan kekesalanmu itu menggunakan kutipan mutiara untuk suami yang kurang perhatian dan mementingkan teman daripada istri ini. Coba kalau kamu terus bepergian dengan temanmu, pasti dia sendiri akan marah-marah, kan? 25. Malam yang Indah Aku pernah memiliki malam yang sangat indah, tapi bukan malam ini. Groucho Marx Sebagai seorang istri, tentu kamu berharap dapat menghabiskan malam indah bersama suamimu tercinta. Tapi, kalau dia sendiri lebih memilih untuk asyik nongkrong bersama kawan-kawannya, kamu pun jadi merasa kesal. Malam indah yang kamu bayangkan pun akhirnya hancur berantakan. Baca juga Kumpulan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Orang Spesial sebagai Perwakilan Isi Hati Kata-Kata untuk Suami yang Mementingkan Teman daripada Istri Manakah yang Paling Menyentil? Setiap orang tentu mengharapkan rumah tangganya selalu dilimpahi kebahagiaan dan anugerah. Namun, terkadang ada saja cobaan yang mendatangi masing-masingnya. Ketika kamu menghadapi masalah suamimu yang lebih mementingkan sahabatnya, cobalah untuk membicarakan dengannya baik-baik. Kalau bisa, temukan solusi agar ia masih bisa berkumpul dengan temannya, tapi tetap mempedulikanmu. Dengan begitu, semoga saja rumah tangga kalian bisa berjalan dengan lebih baik dan penuh kebahagiaan. PenulisRizki AdindaRizki Adinda, adalah seorang penulis yang lebih banyak menulis kisah fiksi daripada non fiksi. Seorang lulusan Universitas Diponegoro yang banyak menghabiskan waktunya untuk membaca, menonton film, ngebucin Draco Malfoy, atau mendengarkan Mamamoo. Sebelumnya, perempuan yang mengklaim dirinya sebagai seorang Slytherin garis keras ini pernah bekerja sebagai seorang guru Bahasa Inggris untuk anak berusia dua sampai tujuh tahun dan sangat mencintai dunia anak-anak hingga sekarang. EditorElsa DewintaElsa Dewinta adalah seorang editor di Praktis Media. Wanita yang memiliki passion di dunia content writing ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret jurusan Public Relations. Baginya, menulis bukanlah bakat, seseorang bisa menjadi penulis hebat karena terbiasa dan mau belajar.